Meg Doherty Tegaskan, HIV Bisa Jadi Faktor Risiko Perburukan COVID-19
Admin AIDS BALI | 04 Agustus 2021 | Dibaca 183 kali

AIDSBALI.ORG. Liputan6.com, 17 Juli 2021 mengungkapkan, Meg Doherty, Direktur Program HIV, Hepatitis, dan Infeksi Menular Seksual Global WHO dalam penelitiannya mengatakan, HIV adalah faktor resiko hasil yang buruk dari COVID-19. Pada penelitiannya itu, Doherty juga mencantumkan data untuk meningkatkan urgensi untuk melihat semua Orang Dengan HIV (ODHIV) dalam pengobatan dan dengan akses ke vaksinasi COVID-19. Dimana, data WHO ini menyebut bahwa sejauh ini, HIV telah merenggut 34,7 juta jiwa di dunia.Demi mencapai target global baru yang ditetapkan UNAIDS yaitu 95-95-95, negara-negara perlu melipatgandakan upaya menghindari peningkatan infeksi HIV, karena layanan yang terganggu selama pandemi.Situasi pandemi COVID-19 yang berdampak pada layanan dinilai memperlambat respon kesehatan masyarakat terhadap HIV.

Di sisi lain juga disebutkan bahwa pada pengidap HIV-AIDS pria di atas 65 tahun, kondisi diabetes dan hipertensi terkait dengan peningkatan risiko COVID-19 yang lebih parah dan fatal.Dua penyakit tersebut memang sudah diketahui sebagai salah satu faktor risiko dari gejala parah atau meninggal dunia akibat COVID-19.Laporan WHO ini pun menyoroti perlunya ODHA untuk menjaga kesehatannya, mengakses dan minum obat ARV secara teratur, serta mencegah dan mengelola penyakit penyerta.

Selain itu menurut mereka, ODHA juga harus diprioritaskan dalam vaksinasi COVID-19 terlepas dari status kekebalan mereka. Jajak pendapat informal WHO mengungkapkan, bahwa dari 100 negara, 40 negara telah memprioritaskan ODHA untuk vaksinasi virus corona.WHO juga mengungkapkan, HIV merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap gejala Covid-19 parah atau kritis ketika seseorang dirawat atau meninggal di rumah sakit.

Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh WHO, hampir seperempat atau 23,1 persen dari semua orang dengan HIV (ODHIV) yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19, meninggal dunia.

Dilansir dari laman resmi WHO pada Jumat (16/7/2021), laporan tersebut berdasarkan data surveilans klinis di 37 negara, tentang risiko COVID-19 yang buruk pada ODHIV yang dirawat di rumah sakit karena penyakit tersebut.

WHO menemukan, risiko mengembangkan COVID-19 parah atau fatal 30 persen lebih besar pada ODHIV jika dibandingkan pada orang tanpa HIV. Beberapa kondisi penyerta yang umum di antara mereka adalah diabetes dan hipertensi.***Tim KPA berbagai sumber.

Share :