KSPAN Bali Akan Segera Punya Juknis Penopang Operasional Lapangan
Admin aidsbali | 11 Oktober 2021 | Dibaca 31 kali

Setelah Diproses secara marathon oleh Tim Pembuat Petunjuk Teknis(Juknis) Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) Provinsi Bali yang dimotori dr Oka Negara, M. BIOMED FIAS   dengan Pengelola KSPAN Provinsi Bali Putu Padma Praesti, S.Kep tahun 2021, maka KSPAN Provinsi Bali sudah pasti memiliki Juknis dan bisa diterapkan tahun 2022.


Proses ini disampaikan Pengelola Program KSPAN Provinsi Bali Putu Padma Praesti, S.Kep usai mengumpulkan tim Pembuat Juknis KSPAN, Kamis 7 Oktober 2021 di ruang rapat KPA Provinsi Bali. Lebih lanjut, Putu Padma mengungkapkan, selama ini KPA Provinsi Bali selalu mengecek keberadaan KSPAN di beberapa sekolah di Bali.


“Kita bekerjasama dengan Bali Children Project untuk melihat dan memantau perkembangan KSPAN di beberapa sekolah di Bali. Memang diakui, semenjak Pandemi Covid-19 marak, semua organisasi termasuk KSPAN sempat kurang terdengar gaungnya,”katanya.


Putu Padma menuturkan  memang diakui saat Covid-19, semua sekolah mengadakan aktivitas secara daring. Sehingga semua aktivitas ekstra dibatasi, bahkan dihentikan. “Dengan adanya juknis KSPAN, Kami berharap tidak ada sekolah yang menolak keberadaan KSPAN di sekolah mereka. Dan kita juga akan mengadakan pendekatan agar semua sekolah mengaktifkan KSPAN,”katanya.


Dengan aktifnya KSPAN di semua sekolah, maka menurut Putu Padma, pemberian materi KSPAN sudah pasti diterima dengan baik oleh para siswa. “Memang perjuangan untuk mengaktifkan KSPAN di semua sekolah agak berat. Apalagi ada kabupaten yang masih belum maksimal memberikan KSPANnya bergerak. Dan kita selalu berupaya untuk mengadakan advokasi ke sekolah tersebut melalui KPA kabupaten/Kota serta Dinas yang membawahi,”katanya.


Dengan kehadiran Juknis KSPAN ini, Putu Padma juga berharap setiap sekolah atau pun Kepala Sekolah tidak ada yang menolak keberadaan KSPAN dengan berbagai alas an. “Memang pengalaman pahit terdahulu perlu Kita jadikan guru. Dimana ada beberapa sekolah yang kurang respon dengan KSPAN. Ada juga beberapa Kepala Sekolah yang seakan tidak mengijinkan adanya KSPAN. Mereka sering menyampaikan khan sudah ada UKS, PIK-R dll. Tapi melalui penerbitan Juknis ini, Kita berharap semua sekolah memiliki KSPAN. Dan Kita juga tidak membatasi syarat adanya KSPAN tersebut, apakah digabung dengan Ekstra lain atau berdiri sendiri. Yang pasti KSPAN itu ada di sekolah tersebut,”katanya.***TIM


Share :