KPA Provinsi Bali Tetap Komitmen Jalankan Program
Admin AIDS BALI | 04 Agustus 2021 | Dibaca 161 kali

“Kita memang mengalami banyak tantangan dalam melaksanakan Program Penanggulangan AIDS sejak Covid-19 melanda Bali. Tapi bukan berarti menyerah dengan kondisi yang telah terjadi,”kata Kepala Sekretariat KPA Provinsi Bali AA Ngurah Patria Nugraha, S.Sos MAP saat membuka acara pertemuan Implementasi Program KPA Provinsi Bali tahun 2021, Jumat, 19 Maret 2021 di ruang Rapat Sekretariat KPA Provinsi Bali.

Rapat Koordinasi tersebut dihadiri semua Pengelola Program KPA Provinsi Bali, Perwakilan KPA 9 Kabupaten/kota dan perwakilan beberapa LSM Peduli AIDS di Bali. Dimana kegiatan ini berjalan dengan penerapan protokol kesehatan. Acara ini dipandu Pengelola Program Monitor dan Evaluasi KPA Provinsi Bali Dian Febriana, SKM.

Lebih lanjut, Kepala Sekretariat KPA Provinsi Bali juga menegaskan, kegiatan yang dilaksanakan KPA akan terus berlanjut sesuai situasi dan kondisi saat ini.”Kita akan terus meningkatkan peran Program KPA di semua lini. Karena situasi dan kondisi saat ini, kita baru bisa bergerak,”katanya.

Dalam rapat tersebut, Pengelola Program Monitor dan Evaluasi KPA Provinsi Bali menyampaikan, semua kegiatan KPA sudah dirancang sedemikian rupa. Diantaranya Pertemuan koordinasi Stakeholder dari januari – Desember 2021, PMTS dan HR, HAS 2021, Pertemuan Pokja HR, Pertemuan Penguatan KJPA Bali, Publikasi Media, KDPA yang berisi Penyuluhan KDPA kepada Krama Desa, Sosialisasi INGUB terkait KDPA, Lokakarya Pengembangan KDPA, AIDS di tempat Kerja, Lokakarya AIDS di Tempat Kerja, Cetak Buku Pedoman KSPAN, Pertemuan Koordinasi KSPAN serta Penyusunan Buku Petunjuk Teknis KSPAN.

Saat diskusi berlangsung, banyak masukan yang disampaikan peserta rapat. Diantaranya Ketut Sukanata dari Forum Peduli AIDS Bali mengusulkan bahwa dalam penyusunan buku Panduan KSPAN di Bali, harus dimasukkan beberapa komponen yang menjadi pokok dari isi KSPAn itu sendiri. Sehingga KSPAN memang benar-benar berdaya sesuai dengan harapan.

Di Sisi lain, Arya Teda Subrata dari KPA Kabupaten Badung mengusulkan agar format buku panduan KSPAN dibuat dengan isi yang umum saja. Karena menurut Teda, di setiap Kabupaten/kota ada beberapa hal yang menjadi kelebihan tersendiri KSPAN tersebut.

Direktur PKBI Bali I Nyoman Sutrisna mengingatkan, KPA Provinsi bali agar berkoordinasi dengan lintas sektor, khususnya BNN. “Ingat KSPAN itu ada kata N yang artinya Narkoba. Dimana organisasi ini juga mengandung unsur agar siswa juga ikut serta memerangi Narkoba.Oleh sebab itulah kita harus mendekati BNN,”katanya.***Tim Media KPA Provinsi Bali

Share :