Kejar Target Akhiri AIDS 2030, KPA DKI Jakarta Gencarkan Telusuri ODHIV Loss Follow UP
Admin aidsbali | 14 Desember 2021 | Dibaca 177 kali

AIDSBALI.ORG. Hasil capaian pelaksanaan penelusuran ODHIV loss to follow up (LTFU) KPAP DKI Jakarta Tahun 2021 adalah sebagai berikut : Total yang ditelusuri : 500 ODHIV LTFU dengan rincian (85 ODHIV Pindah Alamat/ Kota/ Domisili/ Pulang Kampung, 55 ODHIV Rujuk Keluar / Pindah Layanan, 137ODHIV Meninggal,112 ODHIV Tidak ditemukan, 111 ODHIV LTFU DITEMUKAN (22%), 79ODHIV71 % yang ditemukan bersedia minum ARV kembali - Restart ARV, 4 ODHIV bersedia dirujuk ke Faskes, 28 ODHIV tidak kembali ke layanan dan tidak akses ARV, dengan berbagai alasan).


Oleh sebab itulah, Bidang Dukungan dan Layanan KPA DKI Jakarta melaksanakan Workshop penelusuran ODHA LTFU yang dibuka Asisten Kesejahteraan Rakyat selaku Wakil Ketua I KPAP DKI Jakarta melalui mekanisme daring/zoom meeting pada Senin, 13 Desember 2021 Pukul13.00 sampai selesai. Acara tersebut menghadirkan 4 Narasumber diantaranya adalah dr.Inlicia Cutami, Mmed,Clinic sebagai Manager Klinik Angsa Merah, Suryana, sebagai Koordinator Lapangan LSM Yayasan Karisma, Marina Nurrahmani, M.PSi, Psikolog, sebagai Psikolog Klinis Puskesmas Kramat Jati dan dr. Taufik Alief Fuad sebagai Kepala Bidang Dukungan dan Layanan KPAP DKI Jakarta


Sebagaimana diketahui, ODHIV yang LTFU atau berhenti/putus pengobatan ARV akan meningkatkan resistensi terhadap ARV, meningkatkan resiko untuk menularkan HIV pada orang lain, serta meningkatkan resiko kematian. Salah satu yang dapat dilakukan untuk memastikan peningkatan cakupan pengobatan ARV pada ODHA di wilayah DKI Jakarta adalah melakukan pelacakan/penelusuran (contact-tracing) bagi ODHA yang LTFU. Penelusuran LTFU memiliki peran yang sangat penting untuk mendorong ODHIV memulai lagi untuk terapi ARV dan mempertahankan pasien menjalani terapi ARV.


Disamping itu dalam menjalani Terapi ARV, ODHIV juga banyak menghadapi tantangan seperti kejenuhan/bosan, merasa sehat, efek samping ARV, beralih ke pengobatan herbal, dukungan psikososial yang kurang, klien denail, stigma diskriminasi dan lain-lain. Tantangan tersebut kemudian diidentifikasi berdasarkan perspektif individu, interpersonal, masyarakat, layanan kesehatan, kebijakan dan perlindungan hukum.


Pendekatan ini perlu dilakukan dengan mengutamakan kebutuhan pasien (client-centered approach), serta memberikan dukungan kepatuhan bagi ODHA restart ARV sehingga meningkatkan cakupan retensi. Pendekatan secara efektif dilakukan dengan upaya pemberdayaan komunitas terdampak bekerja sama dengan layanan kesehatan setempat.


Untuk keberhasilan pengobatan ARV (on treatment), KPAP DKI Jakarta melakukan upaya peningkatan dukungan psikososial, dengan mengacu pada buku panduan yang dibuat tahun 2018 dan hasil penelusuran sebagai berikut :


-     Tahun 2018 hasil capaian sebanyak 458 ODHA LTFU, dan setelah ditelusuri ternyata 231 ODHA

    telah  kembali minum ARV

-     Tahun 2019 hasil capaian sebanyak 556 ODHA, dan hasil penelusuran sebanyak 318 ODHA telah kembali minum ARV

-     Tahun 2020 dalam situasi PandemiCovid 19, KPAP tidak melaksanakan program penelusuran ODHA LTFU.


Tahun 2021 KPA DKI pun kembali melaksanakan penelusuran ODHA LTFU, dengan mengacu Strategi hilang dan tautkan kembali (SeHATI). Strategi ini untuk memastikan agar setiap ODHIV yang belum memulai ART, pasien yang terlambat berkunjung, alpa dan murni LTFU untuk segera ditindaklanjuti di fasilitas layanan kesehatan PDP (RS/ Puskesmas/Klinik) dengan penelusuran secara bertahap. Pendekatannya berfokus pada pasien yang mengutamakan kebutuhan, nilai-nilai pasien, dan memastikan nilai-nilai yang dianut pasien mendasari setiap keputusan dalam menangani situasi kesehatannya.


Tujuan kegiatan ini juga adalah untuk mengeliminasi kegagalan pengobatan ARV untukpencapaian 90% ke dua, maka diperlukan sinergi untuk peningkatan kualitas dan kuantitas, dukungan penguatan psikososial bagi ODHA mencapai keberhasilan pengobatan mengakses layanan ARV, sehingga dapat mewujudkan “Jakarta Sehat Terhindar Dari HIV dan AIDS serta Maju Kotanya Bahagia Warganya”.***TIM

 

Share :