CARA PENULARAN HIV AIDS
Admin AIDS BALI | 03 Agustus 2021 | Dibaca 402 kali

  • Hubungan SEX tanpa Kondom

            Penularan HIV lewat hubungan seks rentan terjadi dari kontak darah, air mani, cairan vagina, atau cairan             praejakulasi milik orang yang terinfeksi HIV dengan luka terbuka atau lecet pada alat kelamin orang sehat, misalnya             dinding dalam vagina, bibir vagina, bagian penis mana pun (termasuk lubang bukaan penis), ataupun jaringan             dalam dan cincin otot anus.

  • Berbagi jarum suntik

            Menggunakan jarum suntik bekas secara bergantian artinya Jarum yang telah digunakan oleh orang lain akan             meninggalkan sisa-sisa darah. Jika orang tersebut positif memiliki HIV (baik sudah terdiagnosis resmi maupun             belum ketahuan), darah mengandung virus yang tertinggal pada jarum dapat berpindah ke tubuh pemakai jarum             selanjutnya melalui luka bekas suntikan.

  • Donor darah
    Penularan HIV saat melakukan donor darah masih bisa terjadi walaupun tahap donor darah sudah melalui Screning. Untuk lebih mengantisifasi hal tersebut serta meningkatkan keamanan darah, PMI menerapkan uji kombinasi saring NAT dan uji saring serologi untuk mengurangi resiko infeksi menular lewat transfusi darah.
  • Ibu positif ke bayi
    Risiko penularan HIV dari ibu ke bayi juga dapat terjadi selama proses persalinan apabila bayi terpapar darah, cairan ketuban yang pecah, cairan vagina, atau cairan tubuh ibu lainnya yang mengandung virus HIV dan keluar selama proses melahirkan.

  • Berganti ganti pasangan
    Berganti ganti pasangan dengan melakukan hubungan berisiko dapat menyebabkan penularan virus HIV dan IMS (Infeksi Menular Seksual).

  • PMS
    Penyakit menular seksual (PMS)
    Penyakit Menular Seksual adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. ada banyak jenis infeksi lain yang juga ditularkan melalui hubungan seksual. PMS meningkatkan peluang seseorang terinfeksi HIV menjadi 5-10 kali lipat.

Share :