“Best Practise dari Bali” Jadi Masukan Pengembangan Promkes Pencegahan HIV di DKI Jakarta
Admin aidsbali | 25 Oktober 2021 | Dibaca 146 kali

AIDSBALI.ORG. Senin, 18 Oktober 2021, Komisi Penanggulangan ADS DKI Jakarta menggelar Rakorda untuk mengembangan program pencegahan HIV.

“Ibu Kota Jakarta memiliki tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan HIV. Mobilitas penduduk yang amat tinggi serta kompleksitas masalah ibukota menjadi tantangan tersediri dalam upaya pengendalian epidemi AIDS. Oleh karena itu, kami amat mengapresiasi kerja keras para aktivis LSM di lapangan, petugas kesehatan dan semua pihak yang terlibat dalam penanggulangan AIDS di Jakarta ini, "harap Dr. Asep Syarifudin, sekretaris KPAP DKI Jakarta.

Disamping  mengundang stakeholder ungkap Dr Asep Syarifudin, anggota KPA DKI Jakarta, dalam “zoom meeting ini” secara khusus juga menghadirkan narasumber tamu dari KPAP Bali.

"Semoga kita bisa peroleh “lesson learn” untuk mengefektifkan penangaan epidemi AIDS di ibu kota ini," katanya.

Drs. Yahya Anshori MSi. Selaku Pengelola Program Senior KPA Provinsi Bali yang sering dipanggil babe Yahya, mempresentasikan best practice pengembangan promosi kesehatan untuk mendukung upaya penanggulangan AIDS di Bali selama ini. “Setidaknya, Bali memiliki lima model dalam pengembangan promkes yang terkait dengan pencegahan penularan HIV”,"katanya.

Pertama tegas Babe Yahya, KPAP Bali memiliki Kader Desa Peduli AIDS (KDPA) yang bertugas sebagai pegiat pencegahan HIV di desa adat setempat. Disamping Peraturan Daerah (Perda) No  3  Tahun 2006 tentang Penanggulangan AIDS, keberadaan KDPA juga ditopang dengan Perda No 4 Tahun 2019 Tentang Desa Adat. Dengan adanya landasan yuridis formal berupa perda No 4 /2019 ini, eksistensi KDPA sebagai penggerak penanggulangan AIDS di tingkat desa adat setempat sudah cukup kuat. Kebutuhan pembiayaan KDPA bisa disupport oleh desa adat setempat. Mereka memiliki tanggungjawab dalam menjaga krama-nya, agar tetap sehat dan terhindar dari epidemi AIDS.

Kedua ungkap Babe Yahya, kegiatan promkes kepada populasi kunci oleh jaringan petuags lapangan LSM peduli AIDS yang sudah sedemikian intensif. Terdapat sejumlah LSM peduli AIDS di bali yang telah menyasar kelompok-kelompok populasi kunci, termasuk kelompok pemakai napza, pekerja seks dan pelanggannya. Hampir semua populasi kunci di lapangan sudah terjangkau, sehingga mereka telah memperoleh informasi yang intensif terkait HIV-AIDS, dan sebagian mereka yang positif HIV juga telah mendapatkan layanan pengobatan ARV yang mudah diakses dilayanan kesehatan yang tersedia.

Ketiga tegas Babe Yahya, pengembangan promkes pencegahan HIV yang menyasar langsung kepada siswa, yakni Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) dan Kelompok Mahasiswa Peduli AIDS (KMPA). Keberadaan KSPAN dan KMPA dipandang amat efektif untuk menyebarluaskan edukasi HIV-AIDS di kalangan anak muda Bali. “Dengan memahami seluk beluk HIV-AIDS sejak dini, maka anak-anak muda di Bali lebih waspada terhadap epidemi AIDS," jelas Yahya.

Keempat papar Babe Yahya, pengembangan promkes pencegahan penularan HIV oleh Kelompok Jurnalis Peduli AIDS (KJPA). Sebagaimana KDPA dan KSPAN, KJPA memiliki andil yang cukup besar dalam melakukan edukasi HIV-AIDS kepada masyakat luas melalui jalur media massa, baik media cetak, radio, TV maupun media online. Disamping sebagai corong terdepan dalam mewartakan berita perkembangan masalah HIV, anggota KJPA telah menyampaikan isu-isu mutakhir terkait HIV-AIDS yang patut diketahui publik di Bali. KJPA juga telah mampu melakukan advokasi dan edukasi publik agar semua pihak lebih peduli terhadap masalah epidemi AIDS.

Dan yang kelima lanjut Babe Yahya,  promosi kesehatan kepada masyarakat umum oleh berbagai pihak, termasuk oleh staf KPA   dan petugas kesehatan yang terdapat pada semua jaringan layanan kesehatan di Bali. Sebagian petugas kesehatan di 120 jaringan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan RS Daerah di seluruh Kabupaten/kota di Bali telah siap memberikan informasi dan layanan kesehatan terkait HIV, termasuk melakukan konseling dan tes HIV kepada masyarakat yang memerlukan. ***TIM

Share :