Apakah Orang Yang Hidup Dengan HIV Berisiko Lebih Tinggi Terinfeksi Virus COVID-19?
Admin aidsbali | 22 September 2021 | Dibaca 171 kali

AIDSBALI.ORG.Menurut sumber situs https://www.who.int/indonesia/news/novel-coronavirus/qa/qa-on-hiv-and-antiretroviral, orang yang hidup dengan HIV (ODHIV), yang belum mencapai supresi virus melalui pengobatan antiretroviral, rentan untuk mendapatkan infeksi opportunistik dan perjalanan penyakit akan cepat mengalami perburukan.


Hal ini disebabkan karena sistem imun yang belum pulih. Saat ini tidak ada bukti yang menunjukan bahwa ada peningkatan resiko infeksi terhadap covid-19 dan peningkatan perburukan penyakit untuk ODHIV. Saat ini tidak ada kasus covid 19 yang dilaporkan diantara ODHIV. Meskipun hal ini dapat dengan cepat berubah ketika virus menyebar.

Dilaporkan bahwa selama wabah SARS dan SMERS hanya ada beberapa laporan kasus penyakit ringan terkait SARS dan SMERS diantara ODHIV.

Data klinis saat ini menunjukan factor resiko kematian karena covid terutama terkait dengan usia lenjut dan komorbiditas ainnya termasuk penyakit kardiovaskuler, diabetes, penyakit saluran pernafasan kronis dan hipertensi. Beberapa orang yang sangat sehat juga menderita penyakit parah akibat infeksi coronavirus.

ODHIV yang mengetahui status HIV mereka disarankan untuk mengambil tindakan pencegahan yang sama seperti populasi umum. Misalnya sering mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, etika batuk, hindari menyentuh wajah anda, menjaga jarak, mencari perawatan medis jika bergejala, isolasi diri jika kontak dengan seseorang dengan covid-19 dan tindakan lain sesuai rekomendasi pemerintah.

ODHIV yang menggunakan obat-obatan ARV harus memastikan bahwa mereka memiliki paling sedikit 30 hari stok ARV jika suplai 3 sampai 6 bulan tidak tersedia dan memastikan bahwa status vaksinasi mereka diperbaharui (Vaksin Influenza dan Pneumokokus)

Penting untuk dipastikan agar ODHIV yang belum memulai pengobatan ARV dapat segera memulai pengobatan ARV. Bagi orang yang merasa beresiko disarankan untuk segera memeriksakan diri agar perkembangan penyakit terkait HIV dapat dikendalikan dan mengurangi komplikasi dari penyakit komorbit lainnya.***TIM

Share :